Welcome!

I am MASRORI Tokoh Masyarakat Politisi Muda

Media Kontak

Profil

MENGENAL MASRORI
Baca Selengkapnya Disini
MENJADI PENGUSAHA
Baca Selengkapnya Disini
Who am i

MASRORI.

Tokoh Masyarakat Kabupaten Serang

Masrori adalah salah satu putra dari seorang guru SD, A. Tohiri Zakaria dan dari seorang ibu rumah tangga biasa, Ibu Masduri (Alm.).

Cerita dari sang Ayah, kakenya adalah salah satu orang yang aktif dipergerakan sebelum masa kemerdekaan, Ayahnya pernah cerita bahwa dulu kakeknya pernah hidup berpindah - pindah dari daerah satu ke daerah lain. Bahkan pernah dibuang ke Digul dan pernah punya istri lagi di Sumatera Barat. Dan yang membuat bangga sekaligus inspirasi bagi Masrori pernah Ayahnya cerita bahwa kakeknya dimasa pergerakan itu pernah dipanggil paksa bahkan dipopor senjata berkali-kalI dan buku-bukunya pun dibakar dalam satu peti. .

Jejaring

Relawan WisWayahe
Daftar Klik Disini

RelawanJARO
Daftar Klik Disini

MEDIA

Karir Politik Masrori



BANTEN, BCO – Masrori, anggota DPRD Kabupaten Serang yang kini terpilih menjadi Ketua Dewan Peimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) masa jabat 2015-2020 ini ternyata mengawali karirnya dari seorang Kepala Desa (Kades) Balekambang, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Banten.

Ketika masih menjabat Kepala Desa Balekambangan, Masrori pernah mendapatkan penghargaan juara pertama Lomba Desa 2007 Kabupaten Serang dan juara tiga tingkat Provinsi Banten terkait dengan administrasi, kebersihan lingkungan, partisipasi masyarakat dalam pembangunan, dan PKK. Masrori mengatakan, dirinya hanya menjabat sebagai kepala desa balekambang dari tahun 2007-2009, sebelum dirinya menjadi anggota DPRD Kabupaten Serang untuk periode 2009-2014 dan periode 2014-2019 mendatang.

“Saya pernah menjabat jadi Kepala Desa Balekambang, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, 2007 dilantik, 2009 mengundurkan diri, karena saya mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Kabupaten Serang dari PAN dan terpilih untuk masa jabat 2009-2014. Kemudian saya mencalonkan lagi dan terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Serang masa jabat 2014-2019,” kata Masrori, saat dihubungi oleh Berita Cilegon Online (BCO) melalui pesan singkat, Kamis 20 Agustus 2015.

Pria kelahiran Serang, 42 tahun silam ini juga masih menjabat sebagai Ketua DPW Barisan Muda (BM) PAN Banten untuk periode 2012-2017.

“Saya juga terpilih sebagai ketua DPW BM PAN Banten untuk masa jabat 2012-2017, selain itu saya juga sekarang terpilih menjadi ketua DPW PAN Banten periode 2015-2019,” katanya.

Sebelum terpilih menjadi ketua DPW PAN Banten nama Masrori dan tiga calon lainnya yang menjadi formatur dalam penyelenggaraan Musyawarah Wilayah (Muswil) PAN Banten di Tangerang pada 5 Juli lalu, diajukan oleh Yandri Susanto kepada DPP PAN untuk diputuskan menjadi ketua DPW PAN Banten. Berdasarkan Peraturan Partai No 2 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Muswil, Musda dan pemilihan ranting, maka empat nama formatur dibawa ke DPP PAN.

Saat diumumkan, nama Masrori akhirnya muncul sebagai ketua DPW PAN Banten terpilih berdasarkan keputusan DPP PAN yang langsung diumumkan oleh Yandri Susanto, anggota DPP PAN pada 19 Agustus 2015.

Pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Masrori adalah menyusun kepengurusan, membangun konsolidasi, merekrut kader potensial dan merapikan organisasi hingga lapisan bawah. (*)

Mengenal Lebih Dekat Masrori



Masrori, Bakal Calon Bupati Serang dari Partai Amanat Nasional (PAN) memiliki gen sebagai keluarga aktivis pergerakan.

Hal ini diketahui Masrori dari kisah kakeknya yang ia dapatkan dari sang Ayah. Menurut penuturan sang Ayah,  dulu di zaman kemerdekaan adalah salah satu yang ikut andil dalam kemerdekaan.

Masrori adalah salah satu putra dari seorang guru SD,  A. Tohiri Zakaria  dan dari seorang ibu rumah tangga biasa, Ibu Masduri (Alm.).

Cerita dari sang Ayah, kakenya adalah salah satu orang yang aktif dipergerakan sebelum masa kemerdekaan, Ayahnya pernah cerita bahwa dulu kakeknya pernah hidup berpindah - pindah dari daerah satu ke daerah lain.

Bahkan pernah dibuang ke Digul dan pernah punya istri lagi di Sumatera Barat. Dan yang membuat bangga sekaligus inspirasi bagi Masrori pernah Ayahnya cerita bahwa kakeknya dimasa pergerakan itu pernah dipanggil paksa bahkan dipopor senjata berkali-kalI dan buku-bukunya pun dibakar dalam satu peti.

 "Kalau cerita dari Ayah saya memang keturunan aktivis, jadi mungkin itulah kenapa sekarang saya aktif dipergerakan," kata Masrori.

Lebih lanjut Masrori menceritakan, setelah masa kemerdekaan, kakeknya mendapat perhatian dari pemerintah entah dalam bentuk apa, bahkan dulu orang tuanya dan Masrori punya kartu sebagai anggota Putra Putri Perintis Kemerdekaan, (sekarang kartu keanggotaan itu hilang).

Mungkin dari cerita-cerita Ayahnya tentang pergulatan dan aktifitas sang kakek dan bacaan buku-buku itulah Masrori kecil mungkin termotivasi dan terekam dalam memorinya untuk berminat didunia aktifis, dunia politik kelak dewasa.

Masrori sendiri lahir di Kampung Belokang Pasar, Desa Balekambang, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang tahun 1974 silam.Pendidikan Masrori
Masrori menamatkan Sekolah SDN Talun I dan Madrasah Ibtida'iyah Mathlaul Anwar Belokang. Masrori dan lulus tahun 1987.

Tamat sekolah dasar, Masrori masuk ke SMP N 1 Mancak tahun 1987 dan lulus tahun 1990. Saat sekolah di SMP N 1 Mancak ini Masrori harus menempuh jalan kaki sepajang 10 KM pulang pergi dari rumahnya ke sekolah bersama teman-teman sekampungnya.

Tak hanya itu, tidak jarang Masrori berangkat dan pulang harus melalui jalan lewat hutan atau kebun serta area persawahan.

 Bahkan Masrori harus menyebrang kali. "Waktu itu belum ada jembatan Kali Lengkong seperti saat sekarang ini, bahkan lampu listrik pun belum ada saat itu," kenang Masroi.

Usai lulus SMP N 1 tahun 1999, Masrori melanjutkan sekolah ke SMA Negeri Anyer dan lulus tahun 1993. Saat di SMA inilah Masrori mulai belajar mengenal dunia luar dan berpisah dari keluarganya karena kost di Anyer.

Seperti kebanyakan anak SMA lainya, pertama masuk SMA Masrori pun mulai menyesuaikan diri baik dalam pergaulan dan pertemanan termasuk dalam belajar, Masrori tergolong siswa yang tidak pintar juga tidaklah bodo-bodo amat bahkan pernah juga prestasi belajar masuk dua besar dikelasnya.

Masrori berasak dari keluarga sederhana dan biasa saja dari kampungnya.  sampai sekarang Dia merasa bangga berasal dari desa.

"Saya berfikir orang kampung dan desa juga bisa bersaing dengan orang kota jika kita sungguh-sungguh dan. kerja keras," ktanya.

Usai lulus SMA Negri di Anyer tahun 1993, Masrori berfikir keras berkeinginan untuk melanjutkan kuliah saat itu, keinginan kuatnya dalam mengejar pendidikan itu amatlah tinggi.

Masrori punya pmcerita sejak kecil diusianya  dan awal-awal SMP sepulang sekolah Dia sering mencuri pinjam buku-buku bacaan perjuangan dari tokoh-tokoh masa pergerakan pra kemerdekaan seperti mulai dari Soekarno, Abdul Muiz, Jenderal Sudirman dll, uniknya buku-buku itu dia dapatkan diam-diam dari rumah buyutnya, kemungkinan buku itu milik kaka Ibunya sendiri yang kebetulan juga adalah seorang guru.

Selepas SMA Keinginan kuliah Di Bandung (Unpad) dan Semarang (UNDIP). "Saat itu harus diterimanya dengan sabar karena belum beruntung dan gagal masuk ke UNDIP." kata Masrori.

GagaL ke UNDIP, Masrori tak patah semangat kuliah dab akhirnya ikut seleksi di Politeknik Universitas  Lampung (UNILA) dan akhirnya diterima kuliah.

Tahun 1993, Masrori lulus D3 dan langsung melanjutkan studi S11 di kampusa yang sama.

Saat kuliahzMasrori harus sempet cuti kuliah dan harus belajar mandiri karena orang tuanya di Kampung kadang harus alami pasang surut dan tinggalpun harus ikut sama teman-temanya atau di sekretariat beberapa organisasi yang dia ikuti dan aktif. Bahkan lumayan lama aktif diluar kampus terjun disosial kemasyarakatan baik dalam hal pendampingan dan advokasi petani maupun nelayan di Lampung.


Menjadi Aktivis
Ia juga aktif mengikuti proses-proses pendampingan dan pemberdayaan masyarakat pesisir dan di pulau-pulau kecil di Lampung, bahkan melebir dan tinggal bersama masyarakat pulau berbulan-bulan mengorganisir petani atau nelayan saat masih kuliahnya.

Sepulang dari Lampung Masrori muda juga pernah aktif di Cilegon dan di beberapa kecamatan di Serang termasuk di Mancak sebagai daerah kelahiranya untuk bersama-sama dengan kaum muda melakukan hal-hal yg lebih banyak soal organisasi masyarakat, maupun terlibat langsung maupun dalam hal-hal kepentingan orang banyak, termasuk turut aktif melahirkan organisasi kedaerahan di Formaseb ( Forum Masyarakat Serang Barat), juga pernah aktif di beberapa organisasi kepemudaan dan kemasyarakata lainya di Serang.

Sebelum jandi kepala desa Masrori beberapa tahun pernah bergabung dan bekerja di konsultan pada program pemberdaan masyarakat khususnya Program Penanggulangan Kemiskinan Di Perkotaan ( P2KP), hal ini Dia minati karena sesuai dengan dunia aktifitasnya dahulu.Bekerja di Konsultn Managemen Wialayah P2KP Propinsi Banten, beberapa tahun kemudian menikah tahun 2005.

Selang beberapa bulan kemudia bekerja, Masrori Muda diminta warga masyarakat untuk mencalonkan diri menjadi kepala desa di Balekambang Mancak, dengan bismillah saat itu Masrori termotivasi karena dorongan dan permintaan warga, maka diajukan undur diri dari pekerjaanya dan maju menjadi calon kades dan terpilih dilantik tahun 2007.

Tidak selesai disitu, berlat kerjasama semua pihak saat itu tahun 2008 Alhamdulillah desa Balekambanv menjadi juara I Tingkat Kabupaten Serang dan Juara Ketiga tingkat Propinsi Banten pada kegiatan lomba desa dengan beberapa bidang ya dinilai.

Tahun 2009 Masrori muda mengundurkan diri dari Kepala Desa dan maju nyaleg di DPRD Kabupaten Serang dua periode (2009-2014 dan 2014-2019) dari Partai PAN. Selain masih mejadi anggota DPRD, benerapa tahun kemudian Dia terpilih menjadi Ketua DPW BM PAN Banten, dan tahun tahun 2015 sampai saat ini Masrori terpilih menjadi Ketua DPW PAN Banten.

Tahun 2020 inilah Masrori Bismillah maju memberanikan diri untuk menalonkan diro sebagai Cabup Serang. Dari proses perjalanan panjang karier politik dengan segala keterbatasan dan pengalamanya, Masrori sejak dulu optimis dan bekerja keras bahwa siapapun bisa berbuat untuk kemajuan orang banyak, dan bermanfaat untuk orang banyak.

Baginya politik adalah sarana perjuangan dan sarana untuk berbuat baik, dan kekuasaan itu adalah amanah yang seharusnya digubakan untuk sebesar-besar bagi dikesejahteraan rakyat. Demikian sepintas perjalanan seorang Masrori, semoga Manfaat semoga menginspirasi buat semua sahabat muda.

BM PAN Banten Dukung Masrori



RADARBANTEN.COM, SERANG – Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) mendukung sepenuhnya pencalonan Ketua DPW PAN Banten Masrori sebagai bakal calon bupati Serang. Masrori dianggap sebagai sosok yang layak memimpin Kabupaten Serang ke depan.

Sekretaris BM PAN Banten Agung Sukmana mengatakan, Masrori punya pengalaman sebagai anggota Dewan Kabupaten Serang dan pernah memimpin komisi di lembaga legislatif. “Itu modal sosial yang sangat kuat untuk memimpin kabupaten Serang,” kata Agung kepada Radar Banten, Kamis (24/10).

Agung menegaskan, Kabupaten Serang perlu figur muda, bertalenta, cerdas, dan punya pengalaman. “Semua itu ada pada sosok Saudara Masrori. Oleh karena itu kami mendukung sepenuhnya dan siap menyosialisasikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Agung optimistis, nama Masrori bakal dapat memikat para pemilih di Kabupaten Serang. Apalagi sebagai mantan anggota dewan, tentu Masrori punya basis massa yang mengakar. “Kami yakin bahwa nama Masrori bisa melekat di hati masyarakat,” pungkasnya.

Sementara Masrori yang dihubungi berbeda mengatakan, berterima kasih kepada dukungan yang diberikan kepada dirinya. Ia akan menjaga amanat itu dengan sebaik baiknya. “Kami juga akan membangun koalisi dengan partai lain. Selama ini kami intensif melakukannya,” ujarnya.

Masrori optimistis akan mendapat dukungan. Apalagi namanya sudah direkomendasikan DPD PAN Kabupaten Serang lewat rakerda beberapa waktu lalu. (alt/zee/ags

Pilkada Kabupaten Serang 2020, Masrori Ramaikan Bursa Calon Bupati



SERANG, (KB).- Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Banten Masrori menyatakan siap untuk maju dalam helatan pilkada Kabupaten Serang 2020. Mantan anggota DPRD Kabupaten Serang periode 2014-2019 tersebut mengaku akan menghidupkan kembali koalisi adil makmur yang sempat sukses di helatan Pilpres 2019.

“PAN sama dengan PKS, Gerindra, Demokrat dan PPP. Menjelang pilkada punya harapan agar kader internal maju,” ujar Masrori kepada Kabar Banten saat ditemui di ruangan wakil ketua DPRD Kabupaten Serang Mansur Barmawi, Rabu (2/10/2019).

Ia mengaku senang partai di Kabupaten Serang memunculkan kader internal untuk maju, itu artinya pertumbuhan demokrasi berjalan dengan baik. “Saya sendiri sampai hari ini masih minta restu dukungan dari PAN Untuk maju di Pilkada. Insyallah saya maju,” tuturnya.

Meski demikian dirinya belum bisa memastikan akan mendapatkan restu dari DPP PAN, sebab masih harus menunggu rakerda pilkada pada Oktober. Setelah rakerda akan dilakukan pula penjaringan. “Siapa yang diusul tergantung raker. Saya mohon doa restu,” katanya.

Ia memastikan jika mendapat restu, akan maju sebagai calon bupati. Disinggung soal partai mana yang akan digandeng untuk mendapatkan tiket di pilkada, Masrori mengatakan masih melakukan komunikasi dengan beberapa parpol seperti PKS, Demokrat, Gerindra, PPP termasuk Golkar.

Dirinya pun saat ini sedang mencoba untuk menghidupkan kembali koalisi adil makmur yang sempat sukses di pilpres. “Semangat itu masih ada untuk dibangkitkan. Tapi tidak tutup kemunginan partai lain bergabung jadi adil makmur plus,” tuturnya.

Ketua DPC PKS Kabupaten Serang Mansur Barmawi mengatakan, untuk partainya dipastikan mengusung Najib Hamas. Adapun dampingan dengan siapa, pihaknya masih menjalin komunikasi dengan partai lain.

“Jadi belum bisa ditentukan karena belum bisa disimpulkan. Komunikasi daerah belum selesai. Urusan pilkada menyangkut DPW dan DPP karena SK dari DPP. Ini saya kira proses cukup panjang tapi butuh waktu untuk komunikasi. Kalau Najib saya sudah nyatakan itu hasil PUI dan akan diusung di Pilkada,” ujarnya.

Ketua DPC PPP Kabupaten Serang Heri Azhari mengatakan, untuk saat ini pihaknya masih belum menentukan arah dukungan pilkada. Sebab partainya masih terus membangun komunikasi dengan beberapa partai politik. (TM)*

Masrori: Jika Benar, PAN Banten Bisa Cabut Dukungan



RMOLBanten. Klaim sepihak keberhasilan pembangunan di Kabupaten Serang berkat kinerja kader Golkar berbuntut panjang.Setelah PPP yang berang dengan peryataan itu. Kini Partai Amanat Nasional (PAN) Banten mengancam akan menarik dukungan.

Hal itu disampaikan Ketua DPW PAN Banten Masrori kepada RMOLBanten, Rabu (23/5) malam.

"Jika memang benar apa yang disampaikan oleh Tatu, bisa saja kami ambil langkah menarik dukungan dari koalisi karena sudah dianggap tidak punya peranan apa-apa," katanya.

Masrori menjelaskan, sikap itu akan diambil PAN, dengan pertimbangan ibu Tatu menjadi bupati itu diusung banyak partai koalisi termasuk di lembaga dewan juga banyak kader partai lain tidak hanya Partai Golkar saja.

"Belum lagi peran ASN dan masyarat yang berpartisipasi dalam pembangunan termasuk juga peran dari media. Lembaga saja kalo hanya dari Partai Golkar itu tidak mungkin bisa berjalan karena lembaga sifatnya kolektif kolegial," tambahnya.Dikatakan Masrori, pemerintah daerah itu terdiri dari pemerintah dan unsur lembaga dewan, lembaga intansi vertikal lainya yang semuanya memiliki kontribusi dalam pembanguan Kabupaten Serang.

"Setau saya pembangunan di Kabupaten Serang ada yang patut kita apresisasi tetapi juga masih ada banyak perkerjaan rumah yang harus ditingkatkan menuju  lebih baik dan itu tanggungjawab kita semua," ujarnya.

Lanjut Masrori, pembangunan di Serang bukan hanya ada pada bupati saja tapi semua pihak yang seharusnya berkontribusi positif sesuai peran dan fungsinya masing-masing.

Bupati Serang, kata dia, harus memahami semua itu dan pernyataan di media bahwa pembanguan Kabupaten Serang adalah hasil kader golkar itu tdk tepat.

"Saya belum mendengar langsung pernyataan dari bupati. Mungkin maksud bupati tidak seperti itu." "Sebelum mendengar pernyataan langsung dari bupati, kita belum bisa ambil langkah strategis. Kita tunggu saja klarifikasi bupati berikutnya," tutupnya. [dzk]

Akui Siap Maju di Pilkada Serang, Ketua DPW PAN Banten Singgung Soal Pengangguran Tinggi



SERANG, TitikNOL - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Banten Masrori, tersenyum malu-malu saat disinggung kesiapannya maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Serang tahun 2020.Diketahui, bahwa dukungan PAN dalam menghadapi konstelasi perebutan kursi Bupati dan Wakil Bupati Serang telah merujuk pada satu nama.

Namun, nama yang ditunjuk melalui keputusan Surat Keputusan (SK) dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN masih dirahasiakan.Saat ditanya soal keputusan DPP PAN, senyum Masrori pun lantas mengembang malu-malu. Dirinya hanya menyampaikan siap, jika dipercaya dan di perintahkan oleh partainya. Menurutnya, calon yang akan diusung PAN akan diumumkan pada Rapat Kerja Daerah (Raperda) di bulan ini.

"Kayanya belum saatnya (di umumkan) lah. Insyaallah saya juga akan maju, tapi (rekomendasi) ke siapanya tunggu aja nanti. Nggak ada inisial-inisial lah," katanya saat ditemui Gedung DPRD Kabupaten Serang, Kamis, (3/10/2019).

Dengan alibi menjabat sebagai Ketua DPW PAN Banten, ia mengaku telah melakukan komunikasi dengan para tokoh masyarakat dan membangun konsolidasi politik dengan partai lain.

"Komunikasi dengan tokoh sudah saya lakukan. Menyamakan persepsi Pilkada ini mau kayak gimana. Kami cuma ada 4 kursi. Kami nanti lihat penjaringan, bangunan koalisi akan terbangun nanti setelah proses pendaftaran penjaringan," ujarnya.

Ia menjelaskan, PAN saat ini sedang mendorong kader internal untuk menjadi pimpinan di tingkat eksekutif. Pasalnya, setiap momentum Pilkada, PAN selalu menjadi partai pengusung pemenang di tiap daerah.

"Untuk saat ini PAN lebih mengedepankan kader internal, sehingga cita-cita politik di eksekutif bisa membuat Serang lebih baik," jelasnya.

Yang pasti, sosok figur yang diusung oleh PAN harus mampu mengejawantahkan visi dan misi partainya untuk membawa perubahan Kabupaten Serang sejahtera.

Terlebih hingga kini, kondisi pengangguran di Kabupaten Serang masih tinggi. Hal ini dinilai tidak berkesinambungan dengan banyaknya industri.

"Harus melindungi hak-hak masyarakat, air bersihnya, ada industri juga harus membawa manfaat bagi masyarakat. Ada 600 industri kalau nggak salah, tapi tingkat penyerapan tenaga kerja kecil," tukasnya. (Son/Tn1)

Contact Us